Sudah Dewasa Tapi Belum Aqiqah? Baca disini, Ini Hukumnya!
Pernahkah Anda tiba-tiba terpikir atau baru mengetahui kalau sewaktu kecil dulu orang tua belum sempat meng-aqiqahkan Anda? Pertanyaan seperti, “Apakah saya harus meng-aqiqahi diri sendiri sekarang?” atau “Bagaimana hukumnya dalam Islam?” pasti langsung tebersit di kepala.
Tenang, Anda tidak sendirian kok. Yuk, kita bahas tuntas mengenai hukum aqiqah setelah dewasa agar ibadah kita makin mantap dan tenang!
Memahami Esensi Waktu Aqiqah
Pada dasarnya, ibadah aqiqah adalah tanggung jawab dan bentuk rasa syukur dari orang tua atas kelahiran anaknya. Waktu utamanya pun sudah dicontohkan oleh Rasulullah SAW, yaitu pada hari ketujuh setelah bayi lahir, sebagaimana sabda beliau: “Setiap anak menggadaikan dirinya dengan aqiqahnya, yang disembelih atas namanya pada hari ketujuh (dari kelahirannya), dicukur rambutnya, dan diberi nama.” (HR. Abu Dawud).
Namun, bagaimana jika saat itu orang tua berada dalam kondisi ekonomi yang sulit sehingga tidak mampu memotong kambing? Di sinilah kelonggaran Islam muncul.
Bagaimana Hukum Aqiqah Setelah Dewasa?
Ketika seseorang sudah tumbuh besar dan mandiri secara finansial, para ulama memiliki sedikit perbedaan pandangan mengenai hukum aqiqah setelah dewasa. Namun, pendapat yang paling kuat dan banyak diikuti (salah satunya dari Mazhab Syafii) menyatakan bahwa hukumnya adalah boleh dan dianjurkan (sunah) untuk meng-aqiqahi diri sendiri.
Dasar dari pendapat ini adalah teladan dari Rasulullah SAW sendiri. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Al-Baihaqi, disebutkan bahwa: “Rasulullah SAW melakukan aqiqah untuk dirinya sendiri setelah beliau diangkat menjadi Nabi (setelah dewasa).”
Oleh karena itu, jika Anda saat ini sudah memiliki rezeki yang lapang, tidak ada salahnya untuk menunaikan ibadah ini sebagai bentuk syukur tambahan atas usia dan nikmat iman yang Allah berikan hingga detik ini.
Yuk, Sempurnakan Syukur Anda!
Melaksanakan aqiqah di usia dewasa bukan lagi beban orang tua, melainkan pilihan ibadah mandiri Anda untuk menjemput rida-Nya. Jadi, jika tabungan sudah cukup, yuk agendakan ibadah mulia ini.
Anda bisa memotong 2 ekor kambing untuk laki-laki atau 1 ekor untuk perempuan, lalu membagikan masakannya kepada kerabat dan tetangga sekitar. Mari sempurnakan rasa syukur kita dengan berbagi kebahagiaan!