Kehadiran buah hati yang sehat dan lucu tentu memberikan kebahagiaan tak terhingga bagi setiap pasangan suami istri. Syariat Islam menuntun orang tua untuk merayakan kebahagiaan tersebut melalui ibadah aqiqah, yaitu menyembelih hewan sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT. Namun, banyak orang tua muda yang masih ragu dan sering bertanya-tanya: kapan sebenarnya waktu pelaksanaan aqiqah yang paling tepat dan utama?
Memahami jadwal yang sesuai dengan tuntunan sunnah sangatlah penting. Hal ini bertujuan agar ibadah yang orang tua niatkan mendatangkan pahala yang sempurna dan keberkahan bagi masa depan sang anak.

Waktu Pelaksanaan Aqiqah Paling Utama: Hari Ke-7
Ulama dari berbagai mazhab sepakat bahwa waktu pelaksanaan aqiqah yang paling afdal (utama) adalah pada hari ketujuh setelah bayi lahir.
Anjuran ini merujuk langsung pada sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dari sahabat Samurah bin Jundub radhiyallahu ‘anhu:
“Setiap anak tergadaikan dengan aqiqahnya, orang tua menyembelihkan hewan untuknya pada hari ketujuh, menggundul kepalanya, dan memberinya nama.” (HR. Abu Daud, An Nasai, Ibnu Majah).
Melaksanakan penyembelihan tepat pada hari ketujuh menunjukkan kesegeraan orang tua dalam melakukan amal saleh dan menebus “gadaian” anak mereka di hadapan Allah SWT.
Bagaimana Cara Menghitung Hari Ketujuh?
Sebagian orang tua kadang keliru dalam menghitung hari. Dalam kalender Hijriah (Islam), pergantian hari bermula sejak terbenamnya matahari (waktu Maghrib).
Aturan hitungannya sangat sederhana: jika ibu melahirkan bayi pada hari Senin pagi atau siang, maka hari Senin tersebut tim medis atau keluarga sudah menghitungnya sebagai hari pertama. Dengan demikian, hari ketujuhnya jatuh pada hari Ahad (Minggu). Namun, jika bayi lahir pada hari Senin malam (setelah Maghrib), maka keluarga baru menghitung hari Selasa sebagai hari pertama, sehingga hari ketujuhnya jatuh pada hari Senin pekan depannya.
Kelonggaran Waktu Jika Orang Tua Belum Mampu
Islam tidak pernah memberatkan umatnya. Jika pada hari ketujuh orang tua belum memiliki kelapangan rezeki untuk membeli kambing, syariat memberikan kelonggaran.
Banyak ulama (termasuk mazhab Syafi’i) membolehkan orang tua untuk menunda penyembelihan hewan hingga hari ke-14. Jika pada hari ke-14 masih belum mampu, orang tua boleh melaksanakannya pada hari ke-21. Bahkan, jika kondisi finansial baru stabil berbulan-bulan atau bertahun-tahun setelahnya, orang tua tetap boleh menunaikannya kapan pun sebelum anak tersebut mencapai usia baligh.

Samara Aqiqah Siap Membantu Anda Tepat Waktu!
Mempersiapkan acara syukuran di tengah kesibukan merawat bayi yang baru lahir tentu sangat menguras tenaga dan pikiran. Jangan sampai kesibukan tersebut membuat Anda melewatkan waktu pelaksanaan aqiqah yang paling utama di hari ketujuh.
Di Samara Aqiqah, kami merancang sistem pemesanan yang sangat praktis. Anda cukup menghubungi kami, menentukan tanggal penyembelihan yang jatuh pada hari ketujuh, dan tim kami akan mengurus semuanya dari A sampai Z. Mulai dari pemilihan kambing sehat yang memenuhi syarat, proses penyembelihan yang transparan, hingga memasaknya menjadi hidangan lezat tanpa bau prengus.
Raih keutamaan sunnah dengan mudah bersama Samara Aqiqah. Hubungi Customer Service kami via WhatsApp hari ini untuk merencanakan aqiqah terbaik bagi buah hati Anda!
Perkaya wawasan Anda seputar ibadah aqiqah dengan membaca artikel kami sebelumnya:
🔗 1. Hukum Aqiqah Anak Laki Laki: 1 atau 2 Kambing? Ini Dalilnya
🔗 2. 5 Syarat Kambing Aqiqah Sah Sesuai Syariat Islam
🔗 3. Mengalirkan Berkah Melimpah untuk Anak